Selamat Datang di Peti Beruang Kecil~thanks for visiting

Sabtu, 03 Maret 2012

MY WORLD (Part I)


hello readers :D
well ini FF-ku yang pertama,mohon komentarnya yaa...
apapun tanggapan kalian tentang FF ini pasti aku terima kok ^^
well happy reading chingudeul ^^ 

Cast :
1.     Choi Sooyoung as Choi Sooyoung
2.     Choi YoonJi as Choi YoonJi
3.     Hong Seung Sung as Hong Seung Sung
4.     Son DongWoon as Son DongWoon
5.     Hong DongWoo as Hong DongWoo
6.     Lee Leo as Lee Leo
7.     Choi HyonHye (OC) as Choi HyonHye
etc

[Sooyoung POV]

“Eonnie …hati-hati dijalan ya?aku akan menjemputmu di halte bus seperti biasa” kata YoonJi sambil memeluk boneka pooh dan menyunggingkan senyum manisnya. Namanya Choi YoonJi (5,6 tahun), dia adalah satu-satunya adikku. Seperti biasa aku akan membelikannya seporsi kue beras sebagai imbalan karena sudah menjemputku di halte bus.
“ne aku akan pulang cepat dan membelikanmu kue beras nanti tapi kamu jangan lupa jaga rumah” jawabku sambil mencium pipinya yang gembul.
Sekarang ini aku hanya tinggal berdua dengan YoonJi. Appa telah meninggalkan dunia ini dan… Eomma?aku tak tahu dimana dia berada. Dan aku sudah hampir melupakannya. Aku yakin dia juga sudah melupakanku dan YoonJi. Aku tinggal dirumah peninggalan Appa ini hanya berdua saja, hanya ada aku dan YoonJi … ah tidak aku rasa bertiga karena aku baru saja membelikan YoonJi sebuah boneka  pooh besar.
6bulan sudah Appa pergi meninggalkan dunia ini dan selama itu pula aku hidup hanya dengan uang tabungan yang Appa simpan di brankas dan terkadang bibi HyonHye datang mengunjungiku untuk membantuku mengurusi rumah dan segala kebutuhannya. Mungkin kalian tidak percaya kalau aku hidup dengan uang tabungan Appa tapi yaa memang Appa suka menyisihkan gajinya dari dulu. Uang ini sudah hamper habis dan tepatnya hari ini ya hari ini aku akan melamar pekerjaan sebagai pelayan cafe. Gaji yang ditawarkan pun lumayan, ya paling tidak bisa mencukupi kebutuhanku dan YoonJi. Pemilik café ini sangat ramah, dia mengajarkanku cara membuat berbagai macam minuman.

1bulan sudah aku bekerja di café ini. Ya aku merasa nyaman dengan bosku yang super baik hati dan sabar ini aku juga nyaman dengan perlakuan pelayan yang senior disini mereka ramah dan baik hati tidak ada senioritas disini. Mereka menganggapku seperti adiknya, setidaknya aku harus bersyukur kepada Tuhan karena telah memberiku keluarga baru. Ah siapa itu yang datang?sepertinya aku mengenal orang itu tapi siapa ya? Aku langsung berlari menuju pintu dan membukakan pintu untuknya.
“annyeonghaseyo…silahkan duduk tuan. Tuan ingin pesan apa?menu special kami hari ini adalah cappuccino dengan taburan biskuit, apa tuan ingin mencobanya?” tanyaku ramah.
“ya aku ingin mencobanya, berikan satu untukku ya”
“baiklah…mungkin ada pesanan lain?” tanyaku dengan senyum mengembang.
“itu saja dulu nanti aku akan memanggilmu jika ingin pesan lagi”
“baik..silahkan membaca majalah selagi menunggu pesanan” kataku sembari memberinya majalah hari ini.
Setelah memberinya majalah itu aku langsung bergegas untuk membuatkan pesanannya. Disini kami dilatih untuk kerja cepat dan tepat agar pelanggan tak merasa terlalu lama menunggu. Yaps cappuccino dengan taburan biscuit sudah siap disajikan tanpa babibu aku langsung mengantarkannya. Kulihat beliau sedang membaca majalah yang aku tawarkan tadi, wajah tuan hong seung sung terpampang jelas di cover majalah itu. Ya dia memang sedang jadi bahan pembicaraan umum sekarang, tapi tunggu sepertinya aku pernah bertemu dengannya. Ketika tuang hong menyadari aku sudah berdiri cukup lama didepannya dia meletakkan majalah itu dan menatapku heran.
“noona apa kau baik-baik saja?”tanyanya sambil melambai-lambaikan tangannya didepan mataku aku yang menyadari itu langsung buru-buru meletakkan pesanannya di mejanya.
“ah mianhabnida…maafka saya tuan saya baru menyadari kalau anda adalah tuan hong seung sung…maafkan atas ketidak sopanan saya” ucapku sambil menunduk dan memluk nampan ini.
“ah gwaenchana … berapa usiamu saat ini?sepertinya kau masih sangat muda”
“choi sooyoung ibnida saya 17tahun tuan” jawabku sesopan mungkin
“17tahun?lalu kenapa kau bekerja disini?”
“ya saya memang harus bekerja tuan karena orang tua saya sudah tiada,eh maksud saya Appa saya sudah meninggal”
“bagaimana dengan Eomma-mu?apa dia menyuruhmu bekerja?”
“tidak…Eomma entahlah saya tidak tau dimana dia berada…eh tuan silahkan dinikmati cappuccino itu dan maafkan saya karena telah mengganggu tuan”
“tidak..tidak apa-apa..oh iya sooyoung apa kau orang korea tulen? Dan apa kaubisa bernyanyi?”
“kakek dari ayah saya berasal dari Indonesia tuan dan…bernyanyi?ya aku bisa bernyanyi tuan..kalau boleh saya tau kenapa tuan bertanya seperti itu?”
“kalau kau mau besok datanglah ke kantorku pukul 2 siang” jawab tuan Hong sambil memberikan kartu namanya.
“ah baiklah tuan aku akan datang dan silahkan menikmati capuccinonya” ucapku.
“ya...terimakasih”
“ne”
aku meninggalkan tuan Hong menuju dapur. Ah kenapa aku disuruh datang ke kantornya ya?apa aku akan menjadi training di Cube seperti serial Dream High itu?jika itu benar maka aku akan menjadi seorang idola baru saat ini dan aku akan menjadi kaya raya,hahaha.
“Sooyoung!!hey SOOYOUNG!!!”bentak Gayoon eonnie.
“eh..ne???mianhaeyo eonnie ada apa memanggilku?” jawabku salah tingkah
“kau kenapa senyum-senyum seperti itu?apa kau di beri bunga oleh tuan itu?apa kau jatuh cinta dengannya??”
“hahaha gayoon eonnie ngelawak ya?mana mungkin aku jatuh cinta dengannya!dia itu kan tuan Hong Seung Sung”
“mwo???benarkah itu?kau tak bercanda kan??”

[Sooyoung POV]

keesokan harinya…
Kuhirup udara pagi ini dalam-dalam. Segarnya pagi ini dan entah kenapa aku merasa semangat sekali untuk menjalani hari ini. ‘Kyaaa YoonJi-ah eonniemu ini akan menjadi idola sekarang!!’teriakku dalam hati.
“sooyoung eonnie ada apa denganmu?apa kau sakit?aku akan merawatmu kalau kau sakit” kata YoonJi dengan wajah sedih.
“eonnie tidak apa-apa sayang, maaf telah membuatmu khawatir” jawabku sambil memeluknya.
“eonnie aku ingin mandi aku mohon lepaskan pelukanmu ini”
“hahaha…baiklah kau cepatlah mandi eonnie akan menyiapkan sarapan”
“ne”

[Author POV]

Seperti biasa setelah membuat sarapan,mandi lalu sarapan bersama NaeRin Sooyoung segera berangkat sekolah. Tanpa  disadari Sooyoung, sepanjang hari ini Sooyoung selalu tersenyum mungkin dia merasa nasib baik akan berpihak kepadanya.
Bel tanda berakhirnya jam pelajaran sudah berbunyi Sooyoung segera keluar sekolah dan pergi ke kantor tuan Hong. Inilah saat-saat yang paling ditunggu Sooyoung. 20menit kemudian Sooyoung sudah sampai di kantor Cube. ‘Kantor yang megah’ gumam Sooyoung lirih.
“annyeonghaseyo…”
“annyeonghaseyo …ada yang bisa saya bantu?”
“ne…aku ada janji dengan tuan Hong Seung Sung”
“ne, siapa nama anda?”
“Choi Sooyoung”
“baiklah tunggu sebentar” sambil menunggu Sooyoung berjalan-jalan dan tak sengaja Sooyoung menabrak seseorang.
BRUUUK…..
“aaaaawww….”jerit namja itu
“ah mianhaeyo..jeongmal mianhaeyo…” kataku sambil membantunya berdiri
“ah tak usah membantuku berdiri nanti kau malah jatuh” jawabnya sedikit judes
“ah…mianhaeyo” jawab Sooyoung sambil menundukkan kepalanya
“ne..gwaenchanayo.ah maaf karena aku sedikit membentakmu tadi…Son Dongwoon ibnida” ucapnya sambil mengulurkan tangannya.
“ne gwaenchanayo.. Choi Sooyoung ibnida” jawab Sooyoung tapi tak lama kemudia sooyoung mendengar namanya dipanggil.
“noona Choi Sooyoung…silahkan masuk tuan Hong sudah menunggu anda. Ruangannya ada di lantai 5 depan lift”
“ah ne gamsahabnida”
“ne” jawabnya.
Tiba-tiba Dongwoon menahan tangan Sooyoung.
“tunggu..apa kau mau menemui tuan Hong?”
“ne aku sudah ada janji dengannya..bisa kau lepaskan tanganku?”pinta Sooyoung.
“ah mianhaeyo…aku juga ada janji dengannya. Bagaimana kalau kita kesana bersama?”
“ne, itu ide bagus” jawabku
Beberapa menit kemudia mereka sampai di depan ruangan tuan Hong, jantung Sooyoung berdetak semakin cepat.
“kau gugup?” tanya Dongwoon.
“ne, sedikit…ayo kita masuk” setelah menarik nafas panjang Sooyoung mengetuk pintu itu dengan pelan.

[Hong Seung Sung POV]

tok..tok..tok…
Ah akhirnya mereka datang juga…
“masuk..”
“akhirnya kalian datang juga…” kataku. Raut wajah mereka langsung berubah penuh dengan tanda tanya.
“silahkan duduk…”
“ne…gamsahabnida” jawab Sooyoung dan Dongwoon bersamaan.
“hahaha…kalian sehati sekali sepertinya kalian sudah ada feel. Bagaimana kalau kalian membuat grup? Ah tapi sebenarnya tidak hanya kalian yang akan bergabung, masih ada 2orang lagi mungkin sebentar lagi mereka akan datang”
“tuan Hong apa saya tidak salah dengar?apakah tuan serius?tapi suara saya tak merdu sama sekali” kata Sooyoung sambil menundukkan kepalanya. Kulihat ekspresi Dongwoon juga menyiratkan tanda tanya mencari apa yang sebenarnya rencanaku.
“Sooyoung-ah kau tak usah khawatir kami disini akan menyiapkan guru untukmu..percayalah kalau kau bisa menjadi idola”
tidak lama aku menasehati Sooyoung tiba-tiba ada yang mengetok pintuku lagi. Ya kurasa mereka sudah datang.
Tok..tok..tok…
“masuk…ah Dongwoo rupanya, mana Leo?”
“Leo masih dibelakang Appa sebentar lagi datang”
“baiklah ayo gabung dengan yang lainnya”
“ne” jawabnya.
Tak lama kemudian Leo datang.
“annyeonghaseyo tuan Hong mianhabnida saya terlambat”
“annyeong Leo gwaenchanayo ayo cepat gabung dengan yang lainnya”
“ne”
“okay kalian semua sudah datang…kalian tau apa tujuan saya mengumpulkan kalian?”
“sejujurnya saya masih penasaran dengan tujuan anda tuan Hong” jawab Sooyoung.
“ah ya baiklah sepertinya tadi aku sudah menyinggung sedikit tapi lupakan. Okay kalian akan mendapat pelatihan bernyanyi dan menari…bukan tarian modern tapi tarian tradisional modern. Bagaimana apa kalian berani mengambil tantangan ini?”tanyaku.

[Leo POV]
Apa??apa tuan Hong tidak salah?aku akan bergabung dengan mereka? Siapa mereka itu? Aku kira tuan Hong memanggilku karena beliau ingin menikahkanku dengan DongWoo. Ah yang benar saja aku akan bersama dengan yeoja yang kurus kering itu?? Tapi ini adalah tantangan yang menarik! Menyatukan gerakan-gerakan tradisional dance dan modern dance ya?! Baiklah apa salahnya dicoba?

[DongWoon POV]
Hey yang benar saja aku akan satu grup dengan mereka?! Tapi aku suka pemikiran tuan Hong ini, menyatukan gerakan-gerakan tarian tradisional dan modern. Dan yeoja yang bernama Sooyoung itu sungguh manis, baiklah tuan Hong aku terima tantanganmu ini!

[DongWoo POV]
Apa Appa serius dengan perkataannya? Aku kira Appa hanya bercanda saja saat itu. Baiklah Appa aku akan berusaha sebaik mungkin. Aku terima tantangan Appa. Saranghaeyo Appaa…..

[Sooyoung POV]
Impianku akan menjadi nyata!!!hey…aku akan menjadi seorang idola nanti. Dengan senang hati aku akan menerima tantangan dari tuan Hong. Aku yakin aku bisa. ‘YoonJi sayang tunggu eonniemu yaa eonnie akan membawakanmu makanan lezat karena kita akan berpesta’ teriakku dalam hati.
2porsi kue beras, 2tusuk sate usus sapi, kimchi, dan  2porsi jajangmyeon ya kurasa ini cukup. Ah aku akan membeli 2kaleng soda, YoonJi pasti senang. Kali ini aku memang sengaja boros rasanya menyenangkan bisa berbelanja ini itu tanpa memikirkan hal lainnya.
Untung saja bus ini datang tepat saat aku sampai di halte bus. Hari akan segera gelap akupun berjalan dengan terburu-buru agar YoonJi tak takut. Ah akhirnya sampai rumah juga.
“YoonJi-ah eonnie sudah pulang” teriakku
“eonnie…waah eonnie kenapa belanja banyak sekali?apa kita akan berpesta?”
“ne kita akan berpesta…eonnie mandi dulu ya nanti kita makan bersama”
“ne” ah aku ingin memeluk YoonJi entah kenapa aku gemas sekali kepadanya.
“aaaaaa…YoonJi saranghae mmmuuuuaaaccch”
“ya eonnie apa yang kau lakukan?cepatlah mandi kau sudah bau keringat,huweeek”jawabnya
“hahaha…ne  aku akan mandi sekarang”
Ya Tuhan betapa beruntungnya aku punya dongsaeng sepertinya. Dialah yang membuatku bangkit dari keterpurukan. Entah kenapa aku tak ingin berlama-lama meninggalkan YoonJi sendiri. Selesai mandi aku langsung menyiapkan makan malam lalu makan malam bersamanya.
“YoonJi-ah apa makanannya enak?”
“ne…aku suka eonnie tapi tetap saja tteobokki ini yang paling enak”
“YoonJi-ah apa kau tahu kenapa eonniemu membeli makanan sebanyak ini?”
“mollayo…memangnya ada apa eonnie?apa eonnie sedang jatuh cinta?”
“ish…aniy!eonniemu ini nantinya akan menjadi seorang idola di korea, kau tau tuan Hong meminta eonnie untuk berlatih bernyanyi dan menari”
“apa itu benar?” jawab YoonJi sambil terisak sedih
“ya!YoonJi kau kenapa menangis?”
“aku mohon jangan tinggalkan aku sendiri, aku sudah bosan berbicara sendiri dengan boneka itu dia sama sekali tak menjawab pertanyaanku eonnie…aku benar-benar kesepian aku ingin bertemu Appa dan Eomma” jawab YoonJi lalu menangis
“YoonJi-ah kemarilah, aku tidak akan meninggalkanmu sayang tidak akan pernah. Aku akan memelukmu tiap malam jika kau merindukan Appa dan Eomma kecuali jika siang aku harus meninggalkanmu karena aku harus bekerja agar kita mendapatkan uang untuk makan. Apa kau mau tinggal dirumah bibi HyonHye agar tak merasa kesepian?”
“aku tidak mau…aku ingin bersamamu eonnie. Eonnie bagaimana kalau besok kita bermain ski?”
“ski?baiklah kita akan bermain besok, sekarang habiskan makananmu dan hapus air matamu jangan menangis lagi karena eonnie tidak akan pernah meninggalkanmu”
“ne eonnie”
YoonJi maafkan eonniemu karena akhir-akhir ini tak memperhatikanmu sama sekali. Aku kira dia akan senang tapi ternyata tidak. Tapi dia sudah mengajarkanku suatu hal yang luar biasa. Malam ini aku tidur sambil memeluk YoonJi.

“YoonJi-ah ayo bangun dan cepatlah mandi kita harus berangkat pagi jika ingin bermain ski” tak ada suara.
“YoonJi sayang ayolah cepat bangun” masih tak ada tanggapan dari YoonJi.
“baiklah kalau kau tak mau bangun aku akan menggelitikmu sampai kau ngompol”
“aaaa…ampuun eonnie …ne aku bangun aku sudah bangun” tapi aku yang sudah terlanjur menggelitiknya tak mau berhenti,hahaha aku memang eonnie yang jahil
“eonnie aku mohon hentikaaaan….”
“baiklah…kalau kau tak mau bangun lagi tak aka nada ampun untukmu,hahaha”
“ne eonnie yang jahil”jawab YoonJi lalu lari menuju kamar mandi. Sementara YoonJi mandi aku membereskan tempat tidurnya lalu kembali memasak.
Setelah YoonJi selesai mandi, kita segera sarapan setelah itu aku menyiapkan bekal untuk nanti siang dan mendandani YoonJi. Setelah semuanya siap kami berangkat menuju halte bus.

**SKIP**

“nah YoonJi semuanya sudah beres…apa kau siap???”
“ne”
“baiklah dihitungan ketiga kita siap meluncur,arra?1..2..3”
“kyaaaa….aku menaaang!!!eonnie kalah”
“ne aku mengaku kalau aku tidak jago dalam hal ini”
“YoonJi-ah aku ingin membeli minuman kau jangan terlalu jauh dari area sini ya”
“ne eonnie”
fiiuuh…baru sebentar saja aku sudah merasa lelah…yaa harus ku akui kalau aku tak jago dalam hal ini. ‘Eh itu bukannya DongWoon ya?kebetulan sekali kita bertemu aku jadi punya teman mengobrol’ gumamku.
“DongWoon-ssi?”
“ah Sooyoung..kau disini juga rupanya?”
“ne..apa kau sendirian?”
“aniya aku bersama teman-temanku tapi aku menepi saja aku tak jago dalam permainan ini,kau sendirian?”
“aniy…aku bersama adikku”
“lalu dimana dia?”
“dia sedang asyik bermain dan aku juga tak ahli dalam permainan ini jadi aku istirahat saja sambil menghangatkan tubuh”
“mau coklat panas?”
“boleh..” lalu DongWoon memesankan segelas coklat panas untukku.
“nah disana ada tempat kosong,kajja..”
“oiya DongWoon-ssi apa tanggapanmu mengenai tantangan tuan Hong kemarin?” tanyaku sambil membuka obrolan.
“ya tantangan yang sangat menarik, memadukan tradisional dan modern…aku menerima tantangannya, bagaimana denganmu?”
“ya aku menerimanya juga” tak lama setelah aku menjawab pertanyaan DongWoon pesananku sudah datang. Yak segelas coklat panas aku langsung meminumnya sedikit.
“bagaimana enak?”
“ne…oh iya DongWoon-ssi apa kau sering datang kesini?”
“ne aku sering datang kesini, oh iya Sooyoung kau jangan memanggilku formal seperti itu panggil oppa saja”
“ne?ne…oppa” jawabku kikuk.
Entah kenapa aku tak sengaja menjatuhkan gelas coklat panasku,pikiranku langsung menuju ke YoonJi.
“YoonJi…”
“Sooyoung apa kau tidak apa-apa?”
tiba-tiba aku lihat di kaca orang-orang itu sedang berlarian mengerumuni sesuatu.
“YoonJi…YoonJi…” gumamku lirih dan berlari meninggalkan DongWoon.

[DongWoon POV]

“DongWoon-ssi?”
“ah Sooyoung..kau disini juga rupanya?”
ah Sooyoung ternyata juga ada disini! Kau memang berjodoh denganku Sooyoung-ah.
“ne..apa kau sendirian?”
“aniya aku bersama teman-temanku tapi aku menepi saja aku tak jago dalam permainan ini,kau sendirian?”
“aniy…aku bersama adikku”
“lalu dimana dia?”
“dia sedang asyik bermain dan aku juga tak ahli dalam permainan ini jadi aku istirahat saja sambil menghangatkan tubuh”
“mau coklat panas?”
“boleh..” benarkan dia suka coklat panas juga, memang jodoh tak akan lari kemana,hahaha gumamku dalam hati. Sambil menunggu pesananku datang aku mencari tempat kosong.
“nah disana ada tempat kosong,kajja..”kataku.
“oiya DongWoon-ssi apa tanggapanmu mengenai tantangan tuan Hong kemarin?” tanyanya sambil membuka obrolan.
“ya tantangan yang sangat menarik, memadukan tradisional dan modern…aku menerima tantangannya, bagaimana denganmu?”
“ya aku menerimanya juga”
tak lama setelah aku menjawab pertanyanku pesanan kami sudah datang. Yak segelas coklat panas dan kulihat dia langsung meminumnya sedikit. Sedang asyiknya mengobrol tiba-tiba dia menjatuhkan gelas coklat panasnya.
“YoonJi..”gumamnya.
“Sooyoung kau tidak apa-apa?” tanyaku khawatir.
“YoonJi…YoonJi” lalu dia menengok ke arah jendela, Nampak disana orang-orang sedang berlarian mengerumuni sesuatu. Lalu Sooyoung pergi meninggalkanku dan belari menuju kerumunan itu.
“masukkan ke tagihanku” kataku kepada seorang pelayan. Aku langsung mengejar Sooyoung.
Aku mematung ketika sampai di tempat kejadian. ‘bagaimana ini bisa terjadi?’ pekikku dalam hati. Sooyoung memeluk YoonJi erat. Air matanya tak berhenti mangalir begitu pula dengan darah yang mengalir dari kepala YoonJi. Tulangku serasa membeku aku mendekati Sooyoung.
“YoonJi…eonnie tidak akan meninggalkanmu tapi kau jangan meninggalkan eonnie sayang…jebal” katanya lirih.
“Sooyoung ayo kita bawa YoonJi ke rumah sakit” lalu Sooyoung melepaskan pelukannya walaupun terasa berat dan aku langsung menggendong YoonJi dan membawanya ke rumah sakit.
Sooyoung masih menangis, aku mendekatinya perlahan dan memeluknya tapi tangisnya semakin keras.
“Sooyoung tenanglah…ini minumlah ini agar kau merasa sedikit lebih tenang”
setelah minum kulihat Sooyoung memang sedikit lebih tenang tak lama kemudian tuan Hong datang bersama DongWoo anaknya. ‘hey aku baru sadar kalau namanya mirip denganku hanya beda satu huruf’ batinku.
“ah tuan Hong…”
“bagaimana keadaannya?”
“masih belum ada kabar tuan..”
“Sooyoung anakku kau harus bisa mengendalikan dirimu, percayalah YoonJi akan baik-baik saja nantinya” kata tuan Hong sambil membelai rambutnya.
“ne” jawab Sooyong datar. Tiba-tiba, pintu itu terbuka, seorang dokter keluar dari ruangan lalu menghampiri Sooyoung. Soyoung tampak shock lalu air matanya kembali mengalir deras. Ya kalian tau kan apa yang dikatakan dokter itu aku langsung memeluk Sooyoung erat. Kurasakan genggaman tangan Sooyoung terasa sangat kuat sekali, kubelai punggungnya agar dia merasa sedikit lebih tenang. Ya hanya itu yang bisa kuberikan aku bukan Tuhan yang selalu bisa membuat umatnya merasa tenang dan nyaman. Sooyoung pingsan saat ini mungkin dia belum bisa menerima keadaan ini, ya tentu saja ini keadaan yang sulit untuknya. Tapi tunggu!dimana Appa dan Eommanya?kenapa sampai sekarang tak Nampak juga?

[Sooyoung POV]
“YoonJi sayang…kau mau pergi kemana?”
“Aku ingin bermain dengan Appa…eonnie bermain dengan boneka pooh itu saja dadaaa Sooyoung eonnie”
“andwaaaaeee….YoonJiiiii…..”
‘YoonJi-ah aku mohon jangan tinggalkan aku’ kataku lirih.
“Sooyoung kau sudah sadar?” tanya seorang namja yang duduk di sofa itu.
“DongWoo-ssi kenapa kita disini?dimana yang lain?”
“Appa dan DongWoon sedang mempersiapkan pemakamannya dan aku disini menunggumu sampai kau siuman”
“siuman?ah..gamsahabnida DongWoo-ssi”
“Sooyoung kau cukup memanggilku oppa,arracih?sekarang istirahatlah kau pasti lelah”
“ne ddo eh oppa,neomu gomawoyo”
“ne” jawab DongWoo lalu menaikkan selimut ini sampai ke leherku. Appa terimakasih kau telah mengirimkan orang-orang baik ini padaku dan aku pasti kuat menghadapi ini semua.

3tahun kemudian

hey … 3tahun telah berlalu. 3 tahun yang lalu pula YoonJi pergi meninggalkanku. Sekarang aku sudah di training di Cube Entertainment. Perlahan-lahan aku bisa menerima kenyataan ini, ini semua berkat dukungan tuan Hong oh tidak mulai sekarang aku memanggilnya Appa dan ini berlaku untuk DongWoon dan Leo juga, aku merasakan rasa persaudaraan yang erat disini dan itulah yang membuatku nyaman berada disini. Leo yang kuanggap dingin ternyata dia orang yang hangat dan menyenangkan. Dan kalian tau?besok kami akan debut!
Ya kami sudah siap diorbitkan! Di single pertama kita ini Aku dan DongWoon mengisi sebagai main vocal dan tradisional dance, lalu Leo dan DongWoo sebagai rapper dan modern dance! Aku tak bisa membayangkan hari esok karena hari esok adalah sebuah misteri yang tak bisa dipecahkan oleh siapapun, sedangkan hari ini adalah anugerah yang telah diberikan oleh Tuhan.
“Sooyoung…ada kiriman bunga untukmu” teriak Leo
“kiriman bunga?dari siapa eonnie?”
“fansmu mungkin…” jawab DongWoon oppa
“hahaha…kau jangan membuatku malu Oppa”

“sayang…mungkin kau sudah lupa padaku
tapi ingatlah selalu bahwa aku selalu menyayangimu dan mendukungmu
kau tak kan pernah tergantikan
salam cinta untukmu sayangku…”

‘siapa ini?apa benar aku sudah menjadi seorang idola sekarang?’ gumamku.

to be continue

Tidak ada komentar:

© Copyright 2011 Hey Dear Stay Here Template design by sarju
dibuat oleh nulul. Diberdayakan oleh Blogger.