hello readers :D
well ini FF-ku yang pertama,mohon komentarnya yaa...
apapun tanggapan kalian tentang FF ini pasti aku terima kok ^^
well happy reading chingudeul ^^
Cast :
1.
Choi
Sooyoung as Choi Sooyoung
2.
Choi
YoonJi as Choi YoonJi
3.
Hong
Seung Sung as Hong Seung Sung
4.
Son
DongWoon as Son DongWoon
5.
Hong
DongWoo as Hong DongWoo
6.
Lee
Leo as Lee Leo
7.
Choi
HyonHye (OC) as Choi HyonHye
etc
[Sooyoung POV]
“Eonnie …hati-hati dijalan ya?aku akan menjemputmu di halte bus seperti
biasa” kata YoonJi sambil memeluk boneka pooh dan menyunggingkan senyum
manisnya. Namanya Choi YoonJi (5,6 tahun), dia adalah satu-satunya adikku.
Seperti biasa aku akan membelikannya seporsi kue beras sebagai imbalan karena
sudah menjemputku di halte bus.
“ne aku akan pulang cepat dan membelikanmu kue beras nanti tapi kamu
jangan lupa jaga rumah” jawabku sambil mencium pipinya yang gembul.
Sekarang ini aku
hanya tinggal berdua dengan YoonJi. Appa telah meninggalkan dunia ini dan…
Eomma?aku tak tahu dimana dia berada. Dan aku sudah hampir melupakannya. Aku
yakin dia juga sudah melupakanku dan YoonJi. Aku tinggal dirumah peninggalan
Appa ini hanya berdua saja, hanya ada aku dan YoonJi … ah tidak aku rasa
bertiga karena aku baru saja membelikan YoonJi sebuah boneka pooh besar.
6bulan sudah Appa pergi meninggalkan dunia ini dan selama itu pula aku
hidup hanya dengan uang tabungan yang Appa simpan di brankas dan terkadang bibi
HyonHye datang mengunjungiku untuk membantuku mengurusi rumah dan segala
kebutuhannya. Mungkin kalian tidak percaya kalau aku hidup dengan uang tabungan
Appa tapi yaa memang Appa suka menyisihkan gajinya dari dulu. Uang ini sudah
hamper habis dan tepatnya hari ini ya hari ini aku akan melamar pekerjaan
sebagai pelayan cafe. Gaji yang ditawarkan pun lumayan, ya paling tidak bisa
mencukupi kebutuhanku dan YoonJi. Pemilik café ini sangat ramah, dia
mengajarkanku cara membuat berbagai macam minuman.
1bulan sudah aku bekerja di café ini. Ya aku merasa nyaman dengan bosku
yang super baik hati dan sabar ini aku juga nyaman dengan perlakuan pelayan
yang senior disini mereka ramah dan baik hati tidak ada senioritas disini.
Mereka menganggapku seperti adiknya, setidaknya aku harus bersyukur kepada
Tuhan karena telah memberiku keluarga baru. Ah siapa itu yang datang?sepertinya
aku mengenal orang itu tapi siapa ya? Aku langsung berlari menuju pintu dan
membukakan pintu untuknya.
“annyeonghaseyo…silahkan duduk tuan. Tuan ingin pesan apa?menu special
kami hari ini adalah cappuccino dengan taburan biskuit, apa tuan ingin
mencobanya?” tanyaku ramah.
“ya aku ingin mencobanya, berikan satu untukku ya”
“baiklah…mungkin ada pesanan lain?” tanyaku dengan senyum mengembang.
“itu saja dulu nanti aku akan memanggilmu jika ingin pesan lagi”
“baik..silahkan membaca majalah selagi menunggu pesanan” kataku sembari
memberinya majalah hari ini.
Setelah memberinya majalah itu aku langsung bergegas untuk membuatkan
pesanannya. Disini kami dilatih untuk kerja cepat dan tepat agar pelanggan tak
merasa terlalu lama menunggu. Yaps cappuccino dengan taburan biscuit sudah siap
disajikan tanpa babibu aku langsung mengantarkannya. Kulihat beliau sedang
membaca majalah yang aku tawarkan tadi, wajah tuan hong seung sung terpampang
jelas di cover majalah itu. Ya dia memang sedang jadi bahan pembicaraan umum
sekarang, tapi tunggu sepertinya aku pernah bertemu dengannya. Ketika tuang
hong menyadari aku sudah berdiri cukup lama didepannya dia meletakkan majalah
itu dan menatapku heran.
“noona apa kau baik-baik saja?”tanyanya sambil melambai-lambaikan
tangannya didepan mataku aku yang menyadari itu langsung buru-buru meletakkan
pesanannya di mejanya.
“ah mianhabnida…maafka saya tuan saya baru menyadari kalau anda adalah
tuan hong seung sung…maafkan atas ketidak sopanan saya” ucapku sambil menunduk
dan memluk nampan ini.
“ah gwaenchana … berapa usiamu saat ini?sepertinya kau masih sangat
muda”
“choi sooyoung ibnida saya 17tahun tuan” jawabku sesopan mungkin
“17tahun?lalu kenapa kau bekerja disini?”
“ya saya memang harus bekerja tuan karena orang tua saya sudah tiada,eh
maksud saya Appa saya sudah meninggal”
“bagaimana dengan Eomma-mu?apa dia menyuruhmu bekerja?”
“tidak…Eomma entahlah saya tidak tau dimana dia berada…eh tuan silahkan
dinikmati cappuccino itu dan maafkan saya karena telah mengganggu tuan”
“tidak..tidak apa-apa..oh iya sooyoung apa kau orang korea tulen? Dan
apa kaubisa bernyanyi?”
“kakek dari ayah saya berasal dari Indonesia tuan dan…bernyanyi?ya aku
bisa bernyanyi tuan..kalau boleh saya tau kenapa tuan bertanya seperti itu?”
“kalau kau mau besok datanglah ke kantorku pukul 2 siang” jawab tuan
Hong sambil memberikan kartu namanya.
“ah baiklah tuan aku akan datang dan silahkan menikmati capuccinonya”
ucapku.
“ya...terimakasih”
“ne”
aku meninggalkan tuan Hong menuju dapur. Ah kenapa aku disuruh datang
ke kantornya ya?apa aku akan menjadi training di Cube seperti serial Dream High
itu?jika itu benar maka aku akan menjadi seorang idola baru saat ini dan aku
akan menjadi kaya raya,hahaha.
“Sooyoung!!hey SOOYOUNG!!!”bentak Gayoon eonnie.
“eh..ne???mianhaeyo eonnie ada apa memanggilku?” jawabku salah tingkah
“kau kenapa senyum-senyum seperti itu?apa kau di beri bunga oleh tuan
itu?apa kau jatuh cinta dengannya??”
“hahaha gayoon eonnie ngelawak ya?mana mungkin aku jatuh cinta
dengannya!dia itu kan tuan Hong Seung Sung”
“mwo???benarkah itu?kau tak bercanda kan??”
[Sooyoung POV]
keesokan harinya…
Kuhirup udara pagi ini dalam-dalam. Segarnya pagi ini dan entah kenapa
aku merasa semangat sekali untuk menjalani hari ini. ‘Kyaaa YoonJi-ah eonniemu
ini akan menjadi idola sekarang!!’teriakku dalam hati.
“sooyoung eonnie ada apa denganmu?apa kau sakit?aku akan merawatmu
kalau kau sakit” kata YoonJi dengan wajah sedih.
“eonnie tidak apa-apa sayang, maaf telah membuatmu khawatir” jawabku
sambil memeluknya.
“eonnie aku ingin mandi aku mohon lepaskan pelukanmu ini”
“hahaha…baiklah kau cepatlah mandi eonnie akan menyiapkan sarapan”
“ne”
[Author POV]
Seperti biasa setelah membuat sarapan,mandi lalu sarapan bersama NaeRin
Sooyoung segera berangkat sekolah. Tanpa
disadari Sooyoung, sepanjang hari ini Sooyoung selalu tersenyum mungkin
dia merasa nasib baik akan berpihak kepadanya.
Bel tanda berakhirnya jam pelajaran sudah berbunyi Sooyoung segera
keluar sekolah dan pergi ke kantor tuan Hong. Inilah saat-saat yang paling
ditunggu Sooyoung. 20menit kemudian Sooyoung sudah sampai di kantor Cube.
‘Kantor yang megah’ gumam Sooyoung lirih.
“annyeonghaseyo…”
“annyeonghaseyo …ada yang bisa saya bantu?”
“ne…aku ada janji dengan tuan Hong Seung Sung”
“ne, siapa nama anda?”
“Choi Sooyoung”
“baiklah tunggu sebentar” sambil menunggu Sooyoung berjalan-jalan dan
tak sengaja Sooyoung menabrak seseorang.
BRUUUK…..
“aaaaawww….”jerit namja itu
“ah mianhaeyo..jeongmal mianhaeyo…” kataku sambil membantunya berdiri
“ah tak usah membantuku berdiri nanti kau malah jatuh” jawabnya sedikit
judes
“ah…mianhaeyo” jawab Sooyoung sambil menundukkan kepalanya
“ne..gwaenchanayo.ah maaf karena aku sedikit membentakmu tadi…Son
Dongwoon ibnida” ucapnya sambil mengulurkan tangannya.
“ne gwaenchanayo.. Choi Sooyoung ibnida” jawab Sooyoung tapi tak lama
kemudia sooyoung mendengar namanya dipanggil.
“noona Choi Sooyoung…silahkan masuk tuan Hong sudah menunggu anda.
Ruangannya ada di lantai 5 depan lift”
“ah ne gamsahabnida”
“ne” jawabnya.
Tiba-tiba Dongwoon menahan tangan Sooyoung.
“tunggu..apa kau mau menemui tuan Hong?”
“ne aku sudah ada janji dengannya..bisa kau lepaskan tanganku?”pinta
Sooyoung.
“ah mianhaeyo…aku juga ada janji dengannya. Bagaimana kalau kita kesana
bersama?”
“ne, itu ide bagus” jawabku
Beberapa menit kemudia mereka sampai di depan ruangan tuan Hong,
jantung Sooyoung berdetak semakin cepat.
“kau gugup?” tanya Dongwoon.
“ne, sedikit…ayo kita masuk” setelah menarik nafas panjang Sooyoung
mengetuk pintu itu dengan pelan.
[Hong Seung Sung POV]
tok..tok..tok…
Ah akhirnya mereka datang juga…
“masuk..”
“akhirnya kalian datang juga…” kataku. Raut wajah mereka langsung
berubah penuh dengan tanda tanya.
“silahkan duduk…”
“ne…gamsahabnida” jawab Sooyoung dan Dongwoon bersamaan.
“hahaha…kalian sehati sekali sepertinya kalian sudah ada feel.
Bagaimana kalau kalian membuat grup? Ah tapi sebenarnya tidak hanya kalian yang
akan bergabung, masih ada 2orang lagi mungkin sebentar lagi mereka akan datang”
“tuan Hong apa saya tidak salah dengar?apakah tuan serius?tapi suara
saya tak merdu sama sekali” kata Sooyoung sambil menundukkan kepalanya. Kulihat
ekspresi Dongwoon juga menyiratkan tanda tanya mencari apa yang sebenarnya
rencanaku.
“Sooyoung-ah kau tak usah khawatir kami disini akan menyiapkan guru
untukmu..percayalah kalau kau bisa menjadi idola”
tidak lama aku menasehati Sooyoung tiba-tiba ada yang mengetok pintuku
lagi. Ya kurasa mereka sudah datang.
Tok..tok..tok…
“masuk…ah Dongwoo rupanya, mana Leo?”
“Leo masih dibelakang Appa sebentar lagi datang”
“baiklah ayo gabung dengan yang lainnya”
“ne” jawabnya.
Tak lama kemudian Leo datang.
“annyeonghaseyo tuan Hong mianhabnida saya terlambat”
“annyeong Leo gwaenchanayo ayo cepat gabung dengan yang lainnya”
“ne”
“okay kalian semua sudah datang…kalian tau apa tujuan saya mengumpulkan
kalian?”
“sejujurnya saya masih penasaran dengan tujuan anda tuan Hong” jawab
Sooyoung.
“ah ya baiklah sepertinya tadi aku sudah menyinggung sedikit tapi
lupakan. Okay kalian akan mendapat pelatihan bernyanyi dan menari…bukan tarian
modern tapi tarian tradisional modern. Bagaimana apa kalian berani mengambil
tantangan ini?”tanyaku.
[Leo POV]
Apa??apa tuan Hong tidak salah?aku akan bergabung dengan mereka? Siapa
mereka itu? Aku kira tuan Hong memanggilku karena beliau ingin menikahkanku dengan
DongWoo. Ah yang benar saja aku akan bersama dengan yeoja yang kurus kering
itu?? Tapi ini adalah tantangan yang menarik! Menyatukan gerakan-gerakan
tradisional dance dan modern dance ya?! Baiklah apa salahnya dicoba?
[DongWoon POV]
Hey yang benar saja aku akan satu grup dengan mereka?! Tapi aku suka
pemikiran tuan Hong ini, menyatukan gerakan-gerakan tarian tradisional dan
modern. Dan yeoja yang bernama Sooyoung itu sungguh manis, baiklah tuan Hong
aku terima tantanganmu ini!
[DongWoo POV]
Apa Appa serius dengan perkataannya? Aku kira Appa hanya bercanda saja
saat itu. Baiklah Appa aku akan berusaha sebaik mungkin. Aku terima tantangan
Appa. Saranghaeyo Appaa…..
[Sooyoung POV]
Impianku akan menjadi nyata!!!hey…aku akan menjadi seorang idola nanti.
Dengan senang hati aku akan menerima tantangan dari tuan Hong. Aku yakin aku
bisa. ‘YoonJi sayang tunggu eonniemu yaa eonnie akan membawakanmu makanan lezat
karena kita akan berpesta’ teriakku dalam hati.
2porsi kue beras, 2tusuk sate usus sapi, kimchi, dan 2porsi jajangmyeon ya kurasa ini cukup. Ah
aku akan membeli 2kaleng soda, YoonJi pasti senang. Kali ini aku memang sengaja
boros rasanya menyenangkan bisa berbelanja ini itu tanpa memikirkan hal
lainnya.
Untung saja bus ini datang tepat saat aku sampai di halte bus. Hari
akan segera gelap akupun berjalan dengan terburu-buru agar YoonJi tak takut. Ah
akhirnya sampai rumah juga.
“YoonJi-ah eonnie sudah pulang” teriakku
“eonnie…waah eonnie kenapa belanja banyak sekali?apa kita akan
berpesta?”
“ne kita akan berpesta…eonnie mandi dulu ya nanti kita makan bersama”
“ne” ah aku ingin memeluk YoonJi entah kenapa aku gemas sekali
kepadanya.
“aaaaaa…YoonJi saranghae mmmuuuuaaaccch”
“ya eonnie apa yang kau lakukan?cepatlah mandi kau sudah bau
keringat,huweeek”jawabnya
“hahaha…ne aku akan mandi
sekarang”
Ya Tuhan betapa beruntungnya aku punya dongsaeng sepertinya. Dialah
yang membuatku bangkit dari keterpurukan. Entah kenapa aku tak ingin
berlama-lama meninggalkan YoonJi sendiri. Selesai mandi aku langsung menyiapkan
makan malam lalu makan malam bersamanya.
“YoonJi-ah apa makanannya enak?”
“ne…aku suka eonnie tapi tetap saja tteobokki ini yang paling enak”
“YoonJi-ah apa kau tahu kenapa eonniemu membeli makanan sebanyak ini?”
“mollayo…memangnya ada apa eonnie?apa eonnie sedang jatuh cinta?”
“ish…aniy!eonniemu ini nantinya akan menjadi seorang idola di korea,
kau tau tuan Hong meminta eonnie untuk berlatih bernyanyi dan menari”
“apa itu benar?” jawab YoonJi sambil terisak sedih
“ya!YoonJi kau kenapa menangis?”
“aku mohon jangan tinggalkan aku sendiri, aku sudah bosan berbicara
sendiri dengan boneka itu dia sama sekali tak menjawab pertanyaanku eonnie…aku
benar-benar kesepian aku ingin bertemu Appa dan Eomma” jawab YoonJi lalu
menangis
“YoonJi-ah kemarilah, aku tidak akan meninggalkanmu sayang tidak akan
pernah. Aku akan memelukmu tiap malam jika kau merindukan Appa dan Eomma
kecuali jika siang aku harus meninggalkanmu karena aku harus bekerja agar kita
mendapatkan uang untuk makan. Apa kau mau tinggal dirumah bibi HyonHye agar tak
merasa kesepian?”
“aku tidak mau…aku ingin bersamamu eonnie. Eonnie bagaimana kalau besok
kita bermain ski?”
“ski?baiklah kita akan bermain besok, sekarang habiskan makananmu dan
hapus air matamu jangan menangis lagi karena eonnie tidak akan pernah
meninggalkanmu”
“ne eonnie”
YoonJi maafkan eonniemu karena akhir-akhir ini tak memperhatikanmu sama
sekali. Aku kira dia akan senang tapi ternyata tidak. Tapi dia sudah
mengajarkanku suatu hal yang luar biasa. Malam ini aku tidur sambil memeluk
YoonJi.
“YoonJi-ah ayo bangun dan cepatlah mandi kita harus berangkat pagi jika
ingin bermain ski” tak ada suara.
“YoonJi sayang ayolah cepat bangun” masih tak ada tanggapan dari
YoonJi.
“baiklah kalau kau tak mau bangun aku akan menggelitikmu sampai kau
ngompol”
“aaaa…ampuun eonnie …ne aku bangun aku sudah bangun” tapi aku yang
sudah terlanjur menggelitiknya tak mau berhenti,hahaha aku memang eonnie yang
jahil
“eonnie aku mohon hentikaaaan….”
“baiklah…kalau kau tak mau bangun lagi tak aka nada ampun
untukmu,hahaha”
“ne eonnie yang jahil”jawab YoonJi lalu lari menuju kamar mandi.
Sementara YoonJi mandi aku membereskan tempat tidurnya lalu kembali memasak.
Setelah YoonJi selesai mandi, kita segera sarapan setelah itu aku
menyiapkan bekal untuk nanti siang dan mendandani YoonJi. Setelah semuanya siap
kami berangkat menuju halte bus.
**SKIP**
“nah YoonJi semuanya sudah beres…apa kau siap???”
“ne”
“baiklah dihitungan ketiga kita siap meluncur,arra?1..2..3”
“kyaaaa….aku menaaang!!!eonnie kalah”
“ne aku mengaku kalau aku tidak jago dalam hal ini”
“YoonJi-ah aku ingin membeli minuman kau jangan terlalu jauh dari area
sini ya”
“ne eonnie”
fiiuuh…baru sebentar saja aku sudah merasa lelah…yaa harus ku akui
kalau aku tak jago dalam hal ini. ‘Eh itu bukannya DongWoon ya?kebetulan sekali
kita bertemu aku jadi punya teman mengobrol’ gumamku.
“DongWoon-ssi?”
“ah Sooyoung..kau disini juga rupanya?”
“ne..apa kau sendirian?”
“aniya aku bersama teman-temanku tapi aku menepi saja aku tak jago
dalam permainan ini,kau sendirian?”
“aniy…aku bersama adikku”
“lalu dimana dia?”
“dia sedang asyik bermain dan aku juga tak ahli dalam permainan ini
jadi aku istirahat saja sambil menghangatkan tubuh”
“mau coklat panas?”
“boleh..” lalu DongWoon memesankan segelas coklat panas untukku.
“nah disana ada tempat kosong,kajja..”
“oiya DongWoon-ssi apa tanggapanmu mengenai tantangan tuan Hong
kemarin?” tanyaku sambil membuka obrolan.
“ya tantangan yang sangat menarik, memadukan tradisional dan modern…aku
menerima tantangannya, bagaimana denganmu?”
“ya aku menerimanya juga” tak lama setelah aku menjawab pertanyaan
DongWoon pesananku sudah datang. Yak segelas coklat panas aku langsung
meminumnya sedikit.
“bagaimana enak?”
“ne…oh iya DongWoon-ssi apa kau sering datang kesini?”
“ne aku sering datang kesini, oh iya Sooyoung kau jangan memanggilku
formal seperti itu panggil oppa saja”
“ne?ne…oppa” jawabku kikuk.
Entah kenapa aku tak sengaja menjatuhkan gelas coklat panasku,pikiranku
langsung menuju ke YoonJi.
“YoonJi…”
“Sooyoung apa kau tidak apa-apa?”
tiba-tiba aku lihat di kaca orang-orang itu sedang berlarian
mengerumuni sesuatu.
“YoonJi…YoonJi…” gumamku lirih dan berlari meninggalkan DongWoon.
[DongWoon POV]
“DongWoon-ssi?”
“ah Sooyoung..kau disini juga rupanya?”
ah Sooyoung ternyata juga ada disini! Kau memang berjodoh denganku Sooyoung-ah.
“ne..apa kau sendirian?”
“aniya aku bersama teman-temanku tapi aku menepi saja aku tak jago
dalam permainan ini,kau sendirian?”
“aniy…aku bersama adikku”
“lalu dimana dia?”
“dia sedang asyik bermain dan aku juga tak ahli dalam permainan ini
jadi aku istirahat saja sambil menghangatkan tubuh”
“mau coklat panas?”
“boleh..” benarkan dia suka coklat panas juga, memang jodoh tak akan
lari kemana,hahaha gumamku dalam hati. Sambil menunggu pesananku datang aku
mencari tempat kosong.
“nah disana ada tempat kosong,kajja..”kataku.
“oiya DongWoon-ssi apa tanggapanmu mengenai tantangan tuan Hong
kemarin?” tanyanya sambil membuka obrolan.
“ya tantangan yang sangat menarik, memadukan tradisional dan modern…aku
menerima tantangannya, bagaimana denganmu?”
“ya aku menerimanya juga”
tak lama setelah aku menjawab pertanyanku pesanan kami sudah datang.
Yak segelas coklat panas dan kulihat dia langsung meminumnya sedikit. Sedang
asyiknya mengobrol tiba-tiba dia menjatuhkan gelas coklat panasnya.
“YoonJi..”gumamnya.
“Sooyoung kau tidak apa-apa?” tanyaku khawatir.
“YoonJi…YoonJi” lalu dia menengok ke arah jendela, Nampak disana
orang-orang sedang berlarian mengerumuni sesuatu. Lalu Sooyoung pergi meninggalkanku
dan belari menuju kerumunan itu.
“masukkan ke tagihanku” kataku kepada seorang pelayan. Aku langsung
mengejar Sooyoung.
Aku mematung ketika sampai di tempat kejadian. ‘bagaimana ini bisa
terjadi?’ pekikku dalam hati. Sooyoung memeluk YoonJi erat. Air matanya tak
berhenti mangalir begitu pula dengan darah yang mengalir dari kepala YoonJi.
Tulangku serasa membeku aku mendekati Sooyoung.
“YoonJi…eonnie tidak akan meninggalkanmu tapi kau jangan meninggalkan
eonnie sayang…jebal” katanya lirih.
“Sooyoung ayo kita bawa YoonJi ke rumah sakit” lalu Sooyoung melepaskan
pelukannya walaupun terasa berat dan aku langsung menggendong YoonJi dan
membawanya ke rumah sakit.
Sooyoung masih menangis, aku mendekatinya perlahan dan memeluknya tapi
tangisnya semakin keras.
“Sooyoung tenanglah…ini minumlah ini agar kau merasa sedikit lebih
tenang”
setelah minum kulihat Sooyoung memang sedikit lebih tenang tak lama
kemudian tuan Hong datang bersama DongWoo anaknya. ‘hey aku baru sadar kalau
namanya mirip denganku hanya beda satu huruf’ batinku.
“ah tuan Hong…”
“bagaimana keadaannya?”
“masih belum ada kabar tuan..”
“Sooyoung anakku kau harus bisa mengendalikan dirimu, percayalah YoonJi
akan baik-baik saja nantinya” kata tuan Hong sambil membelai rambutnya.
“ne” jawab Sooyong datar. Tiba-tiba, pintu itu terbuka, seorang dokter
keluar dari ruangan lalu menghampiri Sooyoung. Soyoung tampak shock lalu air
matanya kembali mengalir deras. Ya kalian tau kan apa yang dikatakan dokter itu
aku langsung memeluk Sooyoung erat. Kurasakan genggaman tangan Sooyoung terasa
sangat kuat sekali, kubelai punggungnya agar dia merasa sedikit lebih tenang.
Ya hanya itu yang bisa kuberikan aku bukan Tuhan yang selalu bisa membuat
umatnya merasa tenang dan nyaman. Sooyoung pingsan saat ini mungkin dia belum
bisa menerima keadaan ini, ya tentu saja ini keadaan yang sulit untuknya. Tapi
tunggu!dimana Appa dan Eommanya?kenapa sampai sekarang tak Nampak juga?
[Sooyoung POV]
“YoonJi sayang…kau mau pergi kemana?”
“Aku ingin bermain dengan Appa…eonnie bermain dengan boneka pooh itu
saja dadaaa Sooyoung eonnie”
“andwaaaaeee….YoonJiiiii…..”
‘YoonJi-ah aku mohon jangan tinggalkan aku’ kataku lirih.
“Sooyoung kau sudah sadar?” tanya seorang namja yang duduk di sofa itu.
“DongWoo-ssi kenapa kita disini?dimana yang lain?”
“Appa dan DongWoon sedang mempersiapkan pemakamannya dan aku disini
menunggumu sampai kau siuman”
“siuman?ah..gamsahabnida DongWoo-ssi”
“Sooyoung kau cukup memanggilku oppa,arracih?sekarang istirahatlah kau
pasti lelah”
“ne ddo eh oppa,neomu gomawoyo”
“ne” jawab DongWoo lalu menaikkan selimut ini sampai ke leherku. Appa
terimakasih kau telah mengirimkan orang-orang baik ini padaku dan aku pasti
kuat menghadapi ini semua.
3tahun kemudian
hey … 3tahun telah berlalu. 3 tahun yang lalu pula YoonJi pergi
meninggalkanku. Sekarang aku sudah di training di Cube Entertainment.
Perlahan-lahan aku bisa menerima kenyataan ini, ini semua berkat dukungan tuan
Hong oh tidak mulai sekarang aku memanggilnya Appa dan ini berlaku untuk
DongWoon dan Leo juga, aku merasakan rasa persaudaraan yang erat disini dan
itulah yang membuatku nyaman berada disini. Leo yang kuanggap dingin ternyata
dia orang yang hangat dan menyenangkan. Dan kalian tau?besok kami akan debut!
Ya kami sudah siap diorbitkan! Di single pertama kita ini Aku dan
DongWoon mengisi sebagai main vocal dan tradisional dance, lalu Leo dan DongWoo
sebagai rapper dan modern dance! Aku tak bisa membayangkan hari esok karena
hari esok adalah sebuah misteri yang tak bisa dipecahkan oleh siapapun,
sedangkan hari ini adalah anugerah yang telah diberikan oleh Tuhan.
“Sooyoung…ada kiriman bunga untukmu” teriak Leo
“kiriman bunga?dari siapa eonnie?”
“fansmu mungkin…” jawab DongWoon oppa
“hahaha…kau jangan membuatku malu Oppa”
“sayang…mungkin kau sudah lupa
padaku
tapi ingatlah selalu bahwa aku
selalu menyayangimu dan mendukungmu
kau tak kan pernah tergantikan
salam cinta untukmu sayangku…”
‘siapa ini?apa benar aku sudah menjadi seorang idola sekarang?’
gumamku.
to be continue
Tidak ada komentar:
Posting Komentar